Pemasaran Strategi Pariwisata modul 1 KBI

Industri Pariwisata (Tantangan dan Peluang) serta Peran Pemasaran Strategis Berwisata tidak hanya mengunjungi Pantai, kebun binatang, melihat candi saja, namun lebih dari itu. Ada 7 Jenis pariwisata yang dapat dinikmati wisatawan, yaitu wisata : budaya, alam, kesehatan, olah raga, komersial, Politik, dan sosial.  Pemasaran Strategis dalam Pariwisata terus berkembang dan dipengaruhi oleh berbagai perubahan lingkungan. Pariwisata merupakan perjalanan Sementara yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk tujuan rekreasi, bukan untuk bekerja atau menetap.  Dalam pengembangan destinasi wisata terdapat komponen penting yang dikenal sebagai 4 A+ 1 C, yaitu attraction ( atraksi), amenity (fasilitas), accessibility (aksibilitas), ancillary (Pelayanan tambahan), dan community involvement (keterlibatan masyarakat). Komponen-komponen ini menentukan keberhasilan suatu destinasi. Pariwisata memberikan banyak manfaat bagi masyarakat terutama dalam bidang ekonomi, lingkungan, dan sosial buda...

Rangkuman Manajemen Destinasi: Modul 1 SPAR4429

Modul 1, KB, Pengertian dan Karakteristik Destinasi Pariwisata
SPAR4429

Destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang menjadi tujuan wisata dan dipilih wisatawan berdasarkan berbagai faktor seperti: Daya Tarik, Harga, Aksesibilitas, Fasilitas, Keamanan, dan Pelayana.

Berdasarkan Undang-Undang No.10 Tahun 2009, destinasi pariwisata merupakan wilayah administratif yang memiliki daya tarik wistaa, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling mendukung kegiatan kepariwisataan.

Di Indonesia, Destinasi Pariwisata Berdasarkan Pendekatan Kebijakan dan Tingkatan (Hierarki) di Indonesia.

Berdasarkan kebijakan perencanaan pembangunan pariwisata di Indonesia, destinasi pariwisata dibagi secara hierarkis menjadi tiga tingkatan
- Nasional
- Provinsi
- Kabupaten/Kota.
Pembagian ini diatur dalam dokumen perencanaan induk (RIPPAR).

TINGKAT NASIONAL
Berdasarkan RIPPARnas - PP No.50 Tahun 2011

Terdapat 3 kategori:
1. Destinasi Pariwisata Nasional (DPN)
Terdapat 50 DPN yang tersebar di 34 provinsi

2. Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN)
Terdapat 222 KPPN yang tersebar di 50 DPN.

3. Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)
Terdapat 88 KSPN yang tersebar di 50 DPN.

TINGKAT PROVINSI
Berdasarkan RIPPARPROV - Permmenpar No.10 Tahun 2016

Kategori:
- Destinasi Pariwisat Provinsi (DPP)
- Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi (KPPP)
- Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi (KSPP)

TINGKAT KABUPATEN/KOTA
Berdasarkan RIPPAR Kab/Kota - Permenpar No. 10 Tahun 2016

Kategori:
- Destinasi Pariwisata Kab/Kota (DPK)
- Kawasan Pengembangan Pariwisata Kab/Kota (KPPK)
- Kawasan Strategis Pariwisat Kab/Kota (KSPK)

---

Destinasi Pariwisata Berdasarkan Kebijakan Nasional serta Pendekatan Akademisi dan Praktisi

Berdasarkan kerangka kebijakan tingkat nasional (RIPPARnas), destinasi pariwisata di Indonesia dibagi menjadi tiga kategori utama yaitu
1) Destinasi Pariwisata Nasional (DPN)
2) Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN)
3) Kawasan Strategis Pariwisat Nasional (KSPN)

Contoh DPN antara lain
- Jakarta-Kepulauan Seribu
- Semarang-Karimunjawa
- Lombok-Gili Tramena

Pada tingkat pengembangan terdapat KPPN seperti
- Cibubur-TMII
- Demak-Kudus
- Rinjani

Sementara itu, kawasan yang memiliki nilai strategis nasional ditetapkan sebagai KSPN seperti
- Kepulauan Seribu
- Karimunjawa
- Pantai Selatan Lombok

Pembagian ini menunjukkan bahwa destinasi pariwisata tidak hanya berupa lokasi wisata, tetapi merupakan wilayah yang ditetapkan secara resmi dalam kebijakan pembangunan nasional.

Selain pendekatan kebijakan, destinasi pariwisata juga didefinisikan oleh para akademisi dan praktisi. 

Menuru Buhalis (2000), destinasi adalah gabungan berbagai produk wisata yang menawarkan pengalaman terpadu kepada wisatawan.

Franke (2001) menekankan bahwa destinasi merupakan kawasan geografi yang memiliki lanskap alam dan budaya serta menyediakan fasilitas transportasi, akomodasi, makanan, dan aktivitas unggulan.

Bieger (2005) mendefinisikan destinasi sebagaiarea geografis yang dipilih wisatawan sebagai tujuan perjalanan dan berfungsi sebagai unit bisnis strategis yang bersaing dengan destinasi lain.

Sementara itu, UNWTO (2007) menyatakan bahwa destinasi pariwisata adalah ruang fisik tempat wisatawan tinggal minimal satu malam, yang memiliki batas administratif dan pengelolaan, mencakup produk wisata, atraksi, serta melibatkan berbagai stakeholder. 

Destinasi dapat berbentuk negara, wilayah, pulau, kota, desa, hingga kawasan mandiri seperti taman hiburan.

---
Karakteristik Destinasi Pariwisata

Secara sederhana, destinasi pariwisata adalah sebuah area atau kawasan geografis yang memiliki daya tarik sehingga orang ingin datang dan menghabiskan waktu di sana.

Menurut Pitana dan I Ketut Surya Diarta (2009), destinasi adalah tempat yang dikunjungi dalam waktu yang cukup lama selama perjalanan, bukan sekadar tempat yang dilewati. Namun sebuah tempat tidak bisa disebt destinasi hanya karena indah. Ada beberapa karakteristik penting yang harus dimiliki.

1. Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

Destinasi adalah area geografis yang memiliki batas administratif, bisa berupa negara, provinsi, kabupaten/kota, desa, pulau, hingga kawasan tertentu atau bahkan satu unit bisnis wisata.

Artinya, destinasi selalu memiliki identitas wilayah yang jelas.

2. Menyediakan Tempat Menginap

Wisatawan biasanya tinggal minimal satu malam. Karena itu destinasi harus menyediakan akomodasi seperti hotel, villa, homestay, resort, cottage, hingga tempat perkemahan.

Tanpa fasilitas bermalam, sulit disebut destinasi lengkap.

3. Memiliki Produk Destinasi (Destination Product)
Destinasi harus menawarkan kombinasi produk wisata, seperti:
- Atraksi wisata
- Transportasi
- Rumah makan
- Infrastruktur
- Fasilitas umum
- Pelayanan (hospitality)

Semua elemen ini disebut destination mix, yaitu perpaduan yang menciptakan pengalaman wisata utuh.

4. Ada Promosi dan Pemasaran
Destinasi perlu dipromosikan melalui media online maupun offline, travel agent, tour operator, atau promosi langsung kepada wisatawan.

Tanpa pemasaran, orang tidak akan tahu keberadaannya.

5. Memiliki Pengelolaan yang Terkoordinasi
Destinasi tidak berjalan sendiri. Harus ada kerja sama antara pemerintah, masyarakat dan swasta dalam pengelolaannya.

Iniliah yang membuat destinasi bisa berkembanga secara berkelanjutan.

6. Memiliki Citra dan Persepsi
Setiao destinasi punya image di benak wisatawan. Citra ini bisa positif atau negatif, dan sangat memengaruhi keputusan orang untuk berkunjung.

Misalnya: Bali dikenal sebagai pulau wisata budaya dan pantai.

7. Memiliki Aturan dan Regulasi
Pengelolaan destinasi harus memiliki landasan hukum dan kebijakan, agar perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan berjalan tertib.

8. Melibatkan Banyak Stakeholder
Destinasi melibatkan berbagai pihak, seperti:
- Pemerintah
- Swasta
- Organisasi
- Masyarakat lokal
- Akademisi
- Media
Semua pihak ini berperan dalam membangun dan menjaga destinasi.

Elemen Dasar Destinasi Pariwisat

Menurut UNWTO, destinasi memiliki beberapa elemen utama:
- Atraksi Wisata
- Amenitas (fasilitas pendukung)
- Sumber Daya Manusia
- Citra dan Karakter
- Harga

Kelima elemen ini menentukan seberapa menarik dan kompetitif suatu destinasi.

---
PRODUK DESTINASI (DESTINATION PRODUCT)

Destinasi memiliki produk yang disebut destination mix, yaitu perpaduan komponen berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang membentuk pengalaman wisata.

Produk destinasi terdiri dari:
1) Produk fisik (physical product)
Meliputi atraksi alam, budaya, buatan manusia, fasilitas wisata, serta infrastruktur seperti jalan, bandara, listrik, dan air bersih.

2) Sumber daya manusia (people)
Interaksi antara pengelola (host) dan wisatwan (visitor) sangat menentukan kepuasan.

3) Program (event)
Festival, pameran, konferensi, dan berbagai event yang dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan.

4) Paket wisata (packages)
Gabungan produk fisik, SDM, dan program yang dikemas oleh travel agent sesuai segmen pasar.

---
FAKTOR PENARIK (PULL FACTOR)

Destinasi memilliki faktor yang menarik wisatawan untuk datang, antara lain:
- Ketersediaan atraksi dan aktivitas wisata
Jenis atraksi dan aktivitas wisata antara lain wisata alam, budaya, dan buatan. 

- Jarak tempuh
Jarak tempuh diartikan sebagai jarak yang akan dilalui oleh wisatawan mulai tempat tinggalnya hingga ke tempat tujuan berwisata.

- Aksesibilitas (transportasi dan konektivitas)
Aksesibilitas merupakan sarana yang mendukung dan mempermudah wisatawan melakukan perjalanan wisata ke suatu destinasi pariwisata. Dapat berupa moda transportasi darat, laut dan udara.

- Kemudahan perizinan 
Akses perizinan dapat berbentuk kartu identitas ataupun surat perjalanan wisata seperti paspor, visa, visa on arrival. Selain itu, pada destinasi minat khusus (special interest destination) seperti taman nasional dan kawasan konservasi diperlukan SIMAKSI, misalnya izin pendakian, penelitian, ataupun kegiatan wisata minat khusus lainnya.


- Citra destinasi
Citra destinasi terbentuk dari pandangan, kepercayaan, perilakum dan impresi wisatawan terhadap suatu destinasi pariwisata yang telah memberikan mereka pengalaman berwisata yang sangat memuaskan, maupun tidak memuaskan.

- Kebijakan dan regulasi
Kebijakan merupakan tata aturan yang dapat dikeluarkan oleh pihak pemeritah maupun internal pengelola yang dapat menjadi landasan destinasi pariwisata dalam pengelolaan, perencanaan, dan pengembangannya.

Semakin mudah diakses dan semakin positif citranya, semakin besar peluang destinasi dikunjungi.

---
KLASIFIKASI DESTINASI PARIWISATA

Destinas dapat dibagi ke dalam beberapa kategori:
1) Berdasarkan Sumber Daya
- Wisata alam
Seperti: pantai, laut, goa, hutan, gunung, sungai, danau, air terjun, mangrove.

- Wisata budaya
Seperti: sejarah, tradisi dan adat istiadat, kesenian, artefak, peninggalan leluhur, cagar budaya.

- Wisata buatan manusia
Seperti: taman-taman bertema (theme park), resort, bioskop, game online, dan lain-lain.

2) Berdasarkan Aktivitas Utama
- Wisata belanja seperti shopping mall, dan pusat-pusat perbelanjaan, factory outlet. Contoh destinasi, Kota Bandung, Kota Jakarta, Kota Solo dan Singapura.

- Wisata kuliner aktivitas utamanya adalag kegiatan makan dan minum. Contoh destinasi wisata kuliner antara lain Kota Yogyakarta, Kota Bandung, Kota Medan, Kota Jakarta, Paris, dan Malaysia.

- Wisata MICE aktivitas utamanya berupa kegiatan meeting (rapat/pertemuan bisnis), incentive (gathering, familirization trip), convention (seminar/konferensi), dan exhibition (pameran). Contoh destinasi MICE antara lain Kota Jakarta, Bali, Swiss, Singapura, dan Malaysia.

- Wisata olahraga aktivitas utamanya berupa kegiatan olahraga. Contoh destinasi antara lain Pegunungan Alpen Swiss untuk olahraga ski, Rugby World Japan, dll.

3) Berdasarkan Karakter Fisik
- Perkotaan
- Pedesaan
- Kelautan/bahari
- Pegunungan
- Kepulauan
- Geopark

4) Berdasarkan Kebijakan
- Destinasi nasional, provinsi, kabupaten/kota
- Destinasi prioritas
- Destinasi super prioritas

5) Berdasarkan Motivasi
- Wisata kesehatan
- Wisata religi
- Wisata pasca bencana (dark tourism)
- Wisata pendidikan

6) Berdasarkan Misi Pengembangan
- Destinasi berkelanjtan
- Destinasi digital
- Smart tourism destination



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Metodologi Penelitian Pariwisata Kegiatan Belajar 1

Rangkuman Manajemen Perubahan Modul 1 - Kegiatan Belajar 1

Flashcard Lesson 2 - MNN Chuukyuu I